top of page
Untitled.png

Jangan Anggap Remeh! Ini 6 Penyakit yang Ditularkan Kecoa!

  • Florence Febriani Susanto
  • 29 Mei
  • 4 menit membaca
Penyakit yang Ditularkan Kecoa
Sumber: Magnific

Penyakit yang ditularkan kecoa sering kali tidak disadari banyak orang karena serangga ini terlihat kecil dan biasa saja. Padahal, kecoa bisa berpindah dari selokan, tempat sampah, hingga area makanan dalam waktu singkat. Karena itulah, kecoa membawa banyak bakteri, virus, bahkan kuman berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan keluarga maupun lingkungan kerja Anda.


Tidak sedikit orang baru sadar bahayanya setelah mulai mengalami gangguan kesehatan berulang. Mulai dari sakit perut, diare, alergi, sampai gangguan pernapasan ternyata bisa dipicu oleh lingkungan yang dipenuhi kecoa. Apalagi jika kecoa sudah berkembang biak di dapur, gudang makanan, restoran, atau area lembab lainnya.


Yuk kenali berbagai penyakit yang bisa ditularkan kecoa berikut ini!


Penyakit yang Ditularkan Kecoa


Sebelum terlambat, penting bagi Anda mengetahui apa saja risiko kesehatan akibat kecoa. Menariknya, banyak penyakit muncul bukan karena gigitan kecoa, melainkan karena kontaminasi makanan dan permukaan yang terkena bakteri dari tubuh kecoa.



1. Diare


Salah satu penyakit yang ditularkan kecoa paling umum adalah diare. Kecoa sering berjalan di tempat kotor seperti saluran air, septic tank, dan tempat sampah. Setelah itu, mereka bisa hinggap di makanan atau alat makan tanpa disadari.


Bakteri seperti Salmonella dan E. coli yang dibawa kecoa dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan terkontaminasi. Gejalanya meliputi sakit perut, buang air terus-menerus, mual, dan tubuh terasa lemas.


Jika diare berlangsung cukup lama, Anda perlu segera menjaga cairan tubuh dan berkonsultasi ke dokter. Selain itu, penting juga membersihkan area dapur secara rutin agar kecoa tidak mudah datang kembali.


2. Tifus


Tifus atau demam tifoid juga termasuk penyakit yang ditularkan kecoa yang cukup berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang tidak higienis.


Kecoa bisa menjadi perantara penyebaran bakteri tersebut karena tubuh dan kaki mereka membawa banyak kuman. Saat hinggap di makanan terbuka, bakteri dapat berpindah dengan cepat tanpa terlihat.


Gejala tifus biasanya berupa demam tinggi, sakit kepala, tubuh lemas, dan gangguan pencernaan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius sehingga perlu penanganan medis segera.


3. Keracunan Makanan


Pernah mengalami mual dan muntah setelah makan makanan tertentu? Bisa jadi itu akibat kontaminasi bakteri dari kecoa. Karena itulah, keracunan makanan termasuk salah satu penyakit yang ditularkan kecoa yang cukup sering terjadi.


Kecoa meninggalkan bakteri dan kotoran pada permukaan makanan. Jika makanan tersebut dikonsumsi, tubuh dapat bereaksi dengan gejala seperti muntah, diare, sakit perut, dan demam ringan.



Supaya risiko keracunan makanan berkurang, Anda perlu menyimpan makanan dalam wadah tertutup dan rutin membersihkan area dapur. Lingkungan yang bersih akan membuat kecoa lebih sulit berkembang biak.


4. Alergi


Ternyata kecoa juga dapat memicu alergi, terutama pada anak-anak dan orang yang sensitif terhadap debu. Bagian tubuh kecoa, air liur, dan kotorannya dapat bercampur dengan udara lalu terhirup manusia.


Gejala alergi akibat kecoa biasanya berupa bersin terus-menerus, mata gatal, hidung tersumbat, hingga ruam kulit. Bahkan, pada beberapa kasus, alergi bisa semakin parah jika infestasi kecoa tidak segera ditangani.


5. Asma


Penyakit yang Ditularkan Kecoa
Sumber: Magnific

Banyak orang tidak menyangka bahwa kecoa dapat memperburuk asma. Faktanya, partikel dari tubuh dan kotoran kecoa bisa memicu gangguan saluran pernapasan, terutama di area dengan ventilasi buruk.


Gejala yang muncul biasanya berupa sesak napas, batuk berkepanjangan, dan dada terasa berat. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami gangguan ini jika rumah dipenuhi kecoa.


Karena itu, penting sekali menjaga area rumah atau tempat usaha tetap bersih dan bebas hama. Semakin banyak kecoa di lingkungan, semakin besar pula risiko gangguan pernapasan yang dapat terjadi.


6. Disentri


Disentri merupakan infeksi usus yang menyebabkan diare berdarah dan sakit perut hebat. Penyakit ini juga termasuk penyakit yang ditularkan kecoa karena bakteri penyebabnya dapat menyebar lewat makanan yang terkontaminasi.


Kecoa yang berkeliaran di area kotor sangat mudah membawa bakteri penyebab disentri ke meja makan atau dapur. Jika kebersihan lingkungan kurang dijaga, penyebaran penyakit bisa terjadi dengan cepat.


Gejalanya meliputi demam, kram perut, diare berdarah, dan tubuh terasa lemas. Penanganannya perlu dilakukan segera agar kondisi tidak semakin parah dan menyebabkan dehidrasi berat.



Jasa Basmi Kecoa Profesional di Indonesia


Jasa Pest Control untuk Kecoa
Treatment Kecoa dari ecoCare Pest Control

Melihat banyaknya penyakit yang ditularkan kecoa, tentu Anda tidak ingin membiarkan infestasi kecoa semakin parah di rumah maupun tempat usaha. Membersihkan sendiri memang membantu, tetapi jika jumlah kecoa sudah banyak, penanganan profesional biasanya lebih efektif dan menyeluruh.


ecoCare Pest Control hadir sebagai solusi profesional untuk membantu mengatasi masalah kecoa dengan treatment general pest yang aman dan efektif. Sebelum treatment dilakukan, tim ecoCare Pest Control akan melakukan konsultasi terlebih dahulu untuk memahami kondisi infestasi yang terjadi. Menariknya lagi, tersedia juga layanan free survey agar penanganan bisa disesuaikan dengan kebutuhan area Anda.


Teknisi ecoCare Pest Control juga sudah berpengalaman menangani berbagai jenis hama dengan metode modern dan alat yang lebih efektif. Jadi, Anda tidak perlu khawatir soal keamanan maupun hasil treatment. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai penanganan kecoa, Anda bisa langsung menghubungi ecoCare Hygiene melalui WhatsApp di 0851-8328-8918.


Komentar


bottom of page
WhatsApp ecoCare