Waspada! Ini 5 Penyakit yang Ditularkan Serangga dan Sering Diabaikan!
- Florence Febriani Susanto
- 30 Jun
- 3 menit membaca

Topik tentang penyakit yang ditularkan serangga semakin penting untuk dipahami karena serangga sering hidup sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari. Mereka masuk ke rumah, hinggap di makanan, berkembang biak di area lembab, lalu membawa berbagai mikroorganisme yang dapat memicu gangguan kesehatan.
Yang sering jadi masalah, ancamannya tidak selalu langsung terlihat. Kadang seseorang baru sadar setelah gejala mulai muncul dan kondisi tubuh mulai menurun. Nah, kira-kira penyakit apa saja yang paling sering dibawa oleh serangga di sekitar kita? Yuk, kenali satu per satu!
Penyakit yang Ditularkan Serangga
Serangga memang berukuran kecil, tetapi dampaknya terhadap kesehatan bisa jauh lebih besar daripada yang dibayangkan. Berikut beberapa penyakit yang ditularkan serangga yang paling sering ditemukan.
1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Saat membahas penyakit yang ditularkan serangga, demam berdarah tentu menjadi salah satu yang paling dikenal masyarakat. Penyakit ini menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang aktif berkembang biak di genangan air bersih.
Gejalanya biasanya berupa demam tinggi mendadak, nyeri sendi, sakit kepala, hingga muncul bintik merah pada kulit. Jika terlambat ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang membahayakan tubuh.
2. Malaria
Nyamuk kembali masuk daftar penyebab penyakit berbahaya melalui malaria. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles yang membawa parasit Plasmodium ke dalam aliran darah manusia.
Penderita biasanya mengalami demam berulang, menggigil, tubuh lemas, serta gangguan pada sistem organ apabila infeksi berkembang cukup lama tanpa penanganan medis.

3. Tifus akibat Kontaminasi Lalat
Banyak orang tidak sadar bahwa lalat juga menjadi penyebar penyakit yang cukup serius. Lalat sering hinggap pada sampah, kotoran, lalu berpindah ke makanan atau peralatan makan di rumah.
Kondisi ini membuat bakteri berpindah dengan mudah dan dapat memicu infeksi saluran pencernaan, termasuk tifus. Itulah alasan kebersihan area dapur dan tempat sampah harus selalu dijaga dengan baik.
4. Penyakit Lyme dari Gigitan Kutu
Meski lebih umum ditemukan di beberapa negara tertentu, penyakit Lyme menunjukkan bagaimana serangga kecil seperti kutu juga mampu membawa dampak besar bagi kesehatan manusia.
Gigitan kutu yang membawa bakteri tertentu dapat memicu ruam kulit, nyeri otot, kelelahan ekstrem, hingga gangguan saraf apabila tidak segera ditangani secara tepat.
5. Chikungunya
Satu lagi contoh penyakit yang ditularkan serangga yang sering muncul di lingkungan tropis yaitu chikungunya. Penyakit ini juga berasal dari gigitan nyamuk dan sering menimbulkan gejala yang mirip demam berdarah.
Penderitanya biasanya mengalami demam tinggi, sakit kepala, ruam kulit, dan nyeri sendi cukup intens yang kadang berlangsung cukup lama setelah masa infeksi berakhir.
Melihat berbagai risiko tersebut, jelas bahwa penyakit yang ditularkan serangga bukan hal yang bisa dianggap ringan. Lingkungan yang terlihat bersih pun tetap berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya berbagai serangga pembawa penyakit.Baca juga: Ternyata Ini 7 Fakta Menarik Lalat, Nggak Selalu Buat Jijik Kok!
Cara Mencegah Penyakit Akibat Serangga

Mencegah penyakit yang ditularkan serangga tentu jauh lebih mudah dibanding menunggu gangguan kesehatan muncul terlebih dahulu. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan yaitu menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten agar serangga tidak memiliki tempat berkembang biak.
Pastikan Anda rutin membersihkan area dapur, tempat sampah, saluran air, sudut lembap, gudang, serta berbagai area tersembunyi yang sering menjadi sarang kecoa, lalat, nyamuk, semut, maupun tikus. Jangan biarkan genangan air bertahan terlalu lama karena area tersebut sering menjadi titik utama perkembangbiakan hama.
Namun pada kondisi tertentu, membersihkan rumah saja kadang belum cukup, terutama jika populasi hama sudah mulai meningkat dan terus kembali muncul meskipun Anda sudah mencoba berbagai cara mandiri. Dalam kondisi seperti ini, treatment profesional menjadi solusi yang jauh lebih efektif.
Untuk kebutuhan pengendalian hama yang lebih menyeluruh, Anda bisa menggunakan layanan dari ecoCare Pest Control. Tim profesional ecoCare memiliki pengalaman menangani berbagai jenis infestasi hama dengan metode yang aman, terukur, dan menyesuaikan kondisi area yang ditangani.
Menariknya lagi, ecoCare tidak hanya membantu mengatasi hama yang sudah terlanjur muncul. Tim juga membantu melakukan treatment preventif agar serangga tidak kembali berkembang biak di lingkungan rumah maupun area bisnis Anda.
Daripada menunggu risiko penyakit yang ditularkan serangga semakin besar, lebih baik lakukan pencegahan dari sekarang dengan langkah yang lebih tepat dan terencana.
Jika Anda ingin berkonsultasi atau membutuhkan layanan pengendalian hama profesional, langsung hubungi ecoCare Pest Control melalui WhatsApp 0851-8328-8918Â dan pastikan lingkungan Anda tetap aman, bersih, serta bebas gangguan hama setiap hari!




Komentar