top of page
Untitled.png

Hal yang Perlu Diketahui Tentang Hantavirus: Penyebab, Gejala, Penanganan, dan Pencegahannya!

  • Florence Febriani Susanto
  • 9 jam yang lalu
  • 5 menit membaca
Hal yang Perlu Diketahui Tentang hantavirus
Sumber: RS JIH

Hal yang perlu diketahui tentang hantavirus kini mulai menjadi perhatian banyak orang setelah kasusnya kembali muncul di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat puluhan warga terinfeksi virus yang ditularkan lewat tikus dan hewan pengerat lainnya tersebut.


Perhatian terhadap virus ini meningkat usai muncul laporan kematian penumpang kapal pesiar MV Hondius akibat infeksi hantavirus jenis Andes Virus. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga mengingatkan potensi bertambahnya kasus, terutama jika pengendalian kesehatan masyarakat tidak dilakukan secara ketat.


Sementara itu di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus hantavirus sejak 2024 hingga 2026 minggu ke-16. Dari total 23 kasus tersebut, sekurangnya 20 pasien dinyatakan sembuh dan tiga orang lainnya meninggal dunia akibat komplikasi penyakit.


Dilansir dari CNBC, secara total terdeteksi 251 kasus suspek pada periode tersebut, 225 negatif, dan tiga tidak dapat diperiksa. Kasus hantavirus paling banyak tercatat pada 2025 sebanyak 17 kasus, kemudian 2026 hingga minggu ke-16 sebanyak lima kasus, dan 2024 sebanyak satu kasus.


Kasus hantavirus di Indonesia sendiri tersebar di beberapa wilayah seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sumatra Barat, NTT, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat. Karena itulah, hal yang perlu diketahui tentang hantavirus semakin penting dipahami agar masyarakat bisa lebih waspada dan tidak mudah salah informasi.



Penyebab Hantavirus


Hal yang perlu diketahui tentang hantavirus
Sumber: RRI

Hantavirus adalah kelompok virus yang disebarkan oleh tikus atau hewan pengerat lain melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Meski begitu, penularan infeksi hantavirus dari manusia ke manusia sebenarnya sangat jarang terjadi dan hanya ditemukan pada jenis tertentu saja.


Virus ini biasanya menyebar ketika seseorang tanpa sengaja menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi virus dari urine atau kotoran tikus. Karena itulah, lingkungan yang kotor dan banyak tikus memiliki risiko penularan yang jauh lebih tinggi dibanding area bersih.


Selain itu, banyak orang tidak sadar bahwa aktivitas sederhana juga bisa meningkatkan risiko terpapar hantavirus. Nah, berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang terinfeksi hantavirus:


  • Menyentuh feses, liur, atau urine dari tikus yang terinfeksi hantavirus

  • Menghirup partikel udara yang mengandung hantavirus

  • Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi hantavirus

  • Mengalami luka akibat gigitan tikus yang terinfeksi hantavirus

  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan setelah kontak dengan benda terkontaminasi


Karena penularannya cukup berkaitan dengan kebersihan lingkungan, menjaga area rumah dan tempat usaha tetap bersih menjadi langkah penting yang tidak boleh disepelekan. Itulah sebabnya, hal yang perlu diketahui tentang hantavirus bukan hanya soal penyakitnya saja, tetapi juga kebiasaan sehari-hari yang bisa meningkatkan risiko penularan.


Gejala Hantavirus


Gejala hantavirus umumnya baru muncul sekitar satu hingga delapan minggu setelah seseorang terpapar virus tersebut. Keluhan yang muncul juga bisa berbeda tergantung organ tubuh mana yang terkena dampak infeksi.


Infeksi hantavirus dapat menyebabkan dua kondisi utama, yaitu hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). Karena gejalanya sering menyerupai flu biasa di awal kemunculan, banyak orang terlambat menyadari kondisi ini.



Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)


Pada tahap awal, HPS biasanya menyebabkan gejala seperti:


  • Demam

  • Meriang dan tidak enak badan

  • Sakit kepala

  • Mual dan muntah

  • Sakit perut dan diare

  • Nyeri otot

  • Rasa lelah


Namun, jika tidak segera ditangani, penderita bisa mengalami gejala yang lebih serius seperti:


  • Demam tinggi

  • Batuk

  • Sesak napas atau sulit bernapas

  • Detak jantung cepat

  • Nyeri dada seperti terikat kuat


Pada tahap lanjut, penderita HPS dapat mengalami edema paru atau pembengkakan paru yang berisiko menyebabkan syok hingga kematian.


Hal yang Perlu Diketahui Tentang Hantavirus
Sumber: Freepik

Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)


Sementara itu, beberapa gejala awal HFRS biasanya meliputi:


  • Demam

  • Sakit kepala berat

  • Nyeri punggung dan perut

  • Kelelahan

  • Pandangan kabur

  • Kemerahan pada wajah

  • Ruam kulit


Jika kondisinya semakin parah, penderita dapat mengalami:


  • Tekanan darah rendah

  • Perdarahan

  • Gangguan aliran darah atau syok

  • Kebocoran plasma

  • Gagal ginjal akut


Karena itulah, hal yang perlu diketahui tentang hantavirus juga mencakup pentingnya mengenali gejala sejak dini agar penderita bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.



Penanganan Hantavirus


Dokter biasanya akan melakukan diagnosis hantavirus melalui pemeriksaan darah untuk memastikan adanya infeksi virus di dalam tubuh pasien. Selama proses pemeriksaan, dokter menggunakan jarum tipis untuk mengambil sampel darah dari pembuluh darah di lengan pasien.


Diagnosis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan serologi maupun PCR untuk mendeteksi antibodi atau materi genetik hantavirus. Selain itu, tes darah juga dapat membantu melihat tanda-tanda infeksi seperti leukositosis, trombositopenia, dan hemokonsentrasi.


Dokter juga biasanya memeriksa kadar oksigen dalam darah untuk mengetahui tingkat keparahan gangguan pernapasan yang terjadi. Karena itulah, penderita dengan gejala serius biasanya harus mendapatkan perawatan intensif agar kondisinya tetap stabil.


Sangat penting untuk mengobati hantavirus sesegera mungkin, terutama jika Anda mengalami gejala seperti flu setelah berada di sekitar tikus atau kotorannya. Jadi, jangan menunda pemeriksaan karena kondisi penderita bisa memburuk cukup cepat dalam beberapa hari.


Pengobatan hantavirus umumnya melibatkan beberapa penanganan medis seperti berikut:


  • Terapi oksigen

  • Penggantian cairan

  • Obat untuk menaikkan tekanan darah

  • Obat antivirus seperti ribavirin

  • Ventilasi mekanis

  • Dialisis

  • ECMO untuk kasus yang sangat parah


Karena penyakit ini bisa berkembang cepat menjadi gangguan serius, hal yang perlu diketahui tentang hantavirus juga mencakup pentingnya penanganan medis sedini mungkin agar risiko komplikasi dapat ditekan semaksimal mungkin.



Cara Mencegah Hantavirus


Hal yang perlu diketahui tentang hantavirus
Sumber: Freepik

Setelah memahami penyebab dan gejalanya, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan pencegahan sejak awal. Apalagi, sebagian besar kasus hantavirus berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan dan keberadaan tikus di sekitar manusia. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang hantavirus dari segi pencegahannya:


1. Menjaga Kebersihan Rumah dan Lingkungan


Membersihkan area rumah secara rutin membantu mengurangi risiko munculnya tikus dan hewan pengerat lainnya. Selain itu, area lembab dan jarang dibersihkan biasanya menjadi tempat favorit tikus untuk bersarang dan berkembang biak.


Karena itulah, Anda sebaiknya rutin membersihkan gudang, dapur, plafon, maupun sudut rumah yang jarang diperhatikan. Jangan lupa juga membuang sampah secara rutin agar tidak mengundang tikus datang ke lingkungan sekitar.


2. Menyimpan Makanan dengan Benar


Makanan yang dibiarkan terbuka bisa menarik perhatian tikus dan meningkatkan risiko kontaminasi virus berbahaya. Sebaiknya gunakan wadah tertutup rapat agar makanan tetap aman dan tidak mudah dijangkau hewan pengerat.


Selain itu, hindari meninggalkan sisa makanan terlalu lama di meja atau area dapur karena bisa memancing tikus datang. Kebiasaan kecil seperti ini ternyata cukup berpengaruh dalam mencegah penyebaran penyakit dari hewan pengerat.


3. Menggunakan Masker Saat Membersihkan Area Kotor


Saat membersihkan area yang banyak kotoran tikus, Anda sebaiknya menggunakan masker dan sarung tangan pelindung. Hal ini penting karena partikel virus bisa beterbangan di udara dan terhirup tanpa disadari.


Selain itu, hindari langsung menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena debunya bisa menyebar ke udara. Sebaiknya gunakan cairan disinfektan terlebih dahulu agar area lebih aman dibersihkan.


4. Mengendalikan Hama Tikus dengan Pest Control


Salah satu langkah paling efektif untuk mencegah hantavirus adalah mengendalikan populasi tikus secara menyeluruh dan profesional. Apalagi, tikus sering bersembunyi di area tersembunyi sehingga cukup sulit ditangani sendiri tanpa bantuan ahli.



Karena itulah, menggunakan jasa pest control terpercaya bisa menjadi solusi yang lebih aman dan efektif untuk jangka panjang. Selain membantu membasmi tikus, proses pengendalian juga dilakukan dengan metode yang lebih terukur dan higienis.


Hal yang perlu diketahui tentang hantavirus memang bukan hanya soal bahayanya saja, tetapi juga bagaimana cara mencegahnya sejak awal sebelum risiko penularan semakin besar. Semakin cepat Anda menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan tikus, maka risiko penyebaran penyakit juga bisa ditekan lebih baik.


Jika Anda mulai menemukan tanda keberadaan tikus di rumah maupun tempat usaha, sebaiknya jangan menunggu sampai jumlahnya semakin banyak. Apalagi, tikus bukan hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga bisa membawa berbagai penyakit berbahaya seperti hantavirus.


Untuk membantu mengendalikan hama tikus dengan lebih aman dan efektif, Anda bisa menggunakan layanan ecoCare Pest Control. Jadi, jika ingin lingkungan tetap bersih, sehat, dan bebas risiko penyakit setelah memahami hal yang perlu diketahui tentang hantavirus, langsung saja hubungi ecoCare Pest Control melalui WhatsApp 0851-8328-8918.


Komentar


bottom of page
WhatsApp ecoCare